Jumat, 17 Agustus 2012

TEACHING PAST TENSE USING CARD GAME


TEACHING PAST TENSE THROUGH CARD GAME
FOR TEN GRADE

A.    STANDAR KOMPETENSINYA
Menulis
6. Mengungkapkan makna dalam teks tulis fungsional pendek dan esei sederhana berbentuk  recount, narrative, dan procedure dalam konteks kehidupan sehari-hari


B.     KOMPETENSI DASAR

Mengungkapkan makna dan langkah-langkah retorika secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: recount, narrative, dan procedure

C.    NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

D.    KEWIRAUSAHAAN/EKONOMI KREATIF
·  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
·  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
·  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

E.     KEGIATAN PEMBELAJARAN

·  Membuat draft teks recount  dengan melakukan chain writing.
·  Melakukan koreksi teman sejawat untuk menyempurnakan draft.
·  Menyempurnakan draft berdasarkan koreksi teman.

F.     MATERI POKOK
Teaching Past Tense through card game.

G.    INDICATOR PENCAPAIAN

-          Siswa dapat membuat kalimat dalam bentuk past tense.
-          Siswa dapat membuat draft  kalimat past tense menjadi sebuah recount.



H.    METODE PEMBELAJARAN/TEKNIK:
   Total Physical Response

I.       LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

§  Kegiatan Awal  (10’)
-      Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
-      Mengecek kehadiran siswa (nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
-      Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
-      Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD
-      Siswa berdiskusi mengenai pertanyaan yang tertera di buku teks
§  Kegiatan Inti (70’)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru:
§  Memberikan stimulus berupa penjelasan tentang PAST TENSE kepada peserta didik.
§  Mendiskusikan materi bersama siswa  (Buku : Bahan Ajar Bahasa Inggris mengenai past tense.
§  Memberikan kesempatan untuk memahami penjelasan yang sudah diberikan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi guru:
§  Membuat sebuah permainan yang mengacu pada pokok pelajaran berupa pemahaman past tense kepada peserta didik
§  Memfasilitasi siswa untuk melakukan kegiatan belajar berupa permainan yang mengacu kepada pokok bahasan past tense.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi  guru:
§  Memberikan umpan balik pada siswa dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan pada siswa yang telah dapat menyelesaikan tugasnya.
§  Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh siswa melalui sumber buku lain.
§  Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang sudah dilakukan.
§  Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang dan belum bisa membuat past tense.
§  Kegiatan Akhir (10’)
§  Siswa diminta membuat rangkuman dari permainan tersebut tentang urutan / struktur kalimat dalam past tense.
§  Siswa dan Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
§  Siswa diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi past tense.
§  Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

TEACHING MATERIAL

TEACHING PAST TENSE THROUGH CARD GAME

Past tense is used to express activities had happened in the past.

The structure :

Subject + Verb.2 + Object + ( Adverb of Place ) + (Adverb of time)

Examples :

1.      He studied English in the classroom yesterday.
2.      She studied English in her room two days ago.
3.      I wrote a letter in the park  a week ago.
4.      They played football in the field last year.
5.      We waited the doctor in the hospital yesterday.
6.      Diana and Susan ate meatball in canteen this morning.
7.      Agus spoke five languages.

Pay attention to the highlighted words.

A.   He, She, I, They, We, Diana and Susan are Subject
B.   Studied, wrote, played, waited, ate, spoke,  …. Are verb of Past Tense.
C.   English, a letter, football, the doctor, meatball, five languages. There are object.
D.   in the classroom, in her room, in the park, in the field, in the hospital, in canteen. There are adverb of place.
E.   Yesterday, two days ago, a week ago, last year, this morning. There are adverb of  time.

Look at the order of the words above. ( lihatlah pada urutan kata diatas ).

CARD GAME:

1.      Teacher explains the past tense to students clearly.
2.      Teacher gives a time to students to comprehend the lesson.
3.      Teacher tries to support students to ask the lesson by raising hand up first.
4.      Teacher explains past tense once more to students then says the rule of the game.

Rules of the game:
1.      Teacher gives 5 blank cards to each student.
2.      Teacher asks students to write word in Subject, Verb, Object, adverb of place, and adverb of time on each card.
3.      The word must capital letter, big, and can be read by others.
4.      After they write all their cards, teacher asks them to put 4 four cards in their pocket but only a card they must hold it.
5.      Teacher asks students to make a group of 5 students as soon as possible which it consists of Subject, Verb, Object, adverb of Place, and adverb of time.
6.      Each game consists of 5 – 10 minutes ( depend on the class demand ).
7.      After 5 – 10 minutes, the game must be stopped.
8.      After they have made a group of 5 students, then they make a line based on the card in front of the class.
9.      Teacher corrected the group in the line, by ordering of past tense.
10.  If the group has mistake on their position in front of the class, they are disqualified in the first row.
11.  After all group has showed their achievement in front of the class, teacher ask them to play again with different words and different member of group.
12.  Each session of the game only use a card each student.
The teacher gives confirmation or suggestion in last lesson. It must be done by teacher to encourage and to motivate students at the day.
Teacher must give them a good reward or appreciation of their achievement.


GOOD LUCK!!! DO THE BEST

Sabtu, 11 Agustus 2012

PENDIDIKAN BERKARAKTER

Pendikar?? Yeaachh Pendidikan berkarakter!!! Konsep baru dalam dunia pendidikan kita. Jangan merasa aneh, bingung, antipati, atau bahkan mencaci-maki. Kita buka -buka dulu kenapa Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional mencanangkan konsep Pendikar, atau Pendidikan Berkarakter bagi seluruh sekolah di indonesia.
Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Kenapa Pendikar???
Setelah kita mengalami proses reformasi besar - besaran pada tahun 1997 dihampir semua bidang sendi kehidupan, pendidikan mengalami penurunan khususnya dalam pemantapan karakter bangsa Indonesia. Jati diri dan karakter berbangsa semakin memudar. Sebagian " para ahli " berpendapat bahwa pudarnya karakter berbangsa dan jati diri bangsa disebabkan oleh antara lain:
1. Kurangnya Keteladanan. 
   Dunia pendidikan mengalami penurunan keteladanan yang ditunjukkan atapun dicontohkan oleh para pendidik. Kita mungkin tidak menyadarinya bahwa secara langsung maupun tidak langsung, keberadaan kita sebagai pendidik selalu menjadi perhatian. Banyak para pendidik yang mulai enggan membagi ilmunya kepada peserta didik secara maksimal, sering terlambat mengajar, suka meninggalkan kelas selama pelajaran, atau sms_an / BBM ketika sedang proses belajar berlangsung. Hal - hal seperti inilah yang direkam oleh peserta didik dan disimpulkan secara sederhana oleh mereka; " Wah,... jamnya Pak Fulan,, pasti KTSP= Kasih Teori Siap-siap Pergi."
2. Media yang kurang mendidik
    Jebolnya era reformasi menjadikan semua berpikiran bahwa apapun berhak dan bisa. Banyak sekali bermunculan media - media atau program - program penyiaran yang tidak layak konsumsi. (Junk Programs). Coba kita perhatikan; jika kita sempat melihat sinetron remaja bertema sekolah, yang menjadi konflik bukanlah cara pemecahan masalah belajar, tapi malah percintaan 'ecek - ecek', genk remaja, fitnah - fitnahan, pamer kekayaan, pamer seragam rok mini, atau bahkan ditunjukkan anak remaja yang nge'Drug'. Inilah yang menjadi tuntunan para remaja sekarang. Produsen tidak peduli, karena rating tinggi, untung besar. Moral??? bukan urusan. lo ga' suka jangan ditonton!! Kenapa para pembuat program tidak mau membuat program yang lebih menantang, misalnya, menampilkan keseharian para genius kita yang mau ngikut olimpiade pelajaran, trus...disitu diberikan gambaran - gambaran cara memecahkan suatu masalah yang dikemas secara menarik dan bergaya remaja, pasti... akan lebih seru!!! Lihat sinetron tapi dapat ilmu cara memecahkan masalah belajar. Bukan cara memecahkan masalah percintaan, cara mengalahkan musuh dalam kelas, atau cara mempermalukan gurunya. Setuju????

TEORI KECERDASAN


Beberapa teori kecerdasan yang populer :
Kecerdasan Intelektual / Intelektual Quotient (IQ)
Teori Kecerdasan  atau Intelektual Quotient (IQ) pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Binet.
Dalam IQ menerapkan beberapa konsep antara lain:
·         Kecerdasan dilihat hanya dari sisi kekuatan verbal dan logika seseorang.
      Alfred Binet mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh kemampuan orang tersebut dalam mengandalkan logika yang dibarengi dengan kekuatan / kemampuan verbalnya.
·         Kecerdasan akhirnya dapat dinilai dengan angka konstan. IQ seseorang dapat dikatakan bagus jika IQ tersebut berada pada standar yang konstan tidak berubah - ubah dalam jangka waktu yang lama.
·         Menganut konsep eugenic artinya pengendalian sistematis dari keturunan. menurut Alfred, jika seseorang berasal dari keturunan yang mempunyai kemampuan logikanya yang kuat, maka keturunannya tersebut secara langsung akan berpengaruh terhadap kemampuan IQ keturunan berikutnya.
·         Perkembangannya diteruskan oleh Carl Brigham dengan merancang tes IQ yang diperbaharui dengan nama Scholastic Aptitute Test (SAT).
Kecerdasan Umum / General Intelegence (G)
Penemu : Charles Spearman (1863-1945)
Konsep :
·         Manusia mempunyai kemampuan mental umum (G) yang mendasari semua kemampuannya untuk menangani kesulitan kognitif.
·         Faktor G ini meliputi kemampuan memecahkan masalah, pemikiran abstrak, dan keahlian dalam pembelajaran.
Kecerdasan Cair dan Kecerdasan Kristal / Fluid and Crystaled Intelligence
Penemu : Raymond Cattel dan John Horn
Konsep :
·         Manusia mempunyai 2 macam kecerdasan umum, yaitu kecerdasan cair dan kecerdasan kristal.
·         Kecerdasan cair adalah kecerdasan yang berbasis pada kecerdasan biologis. Kecerdasan ini meningkat sesuai dengan perkembangan usia, mencapai puncak saat dewasa dan menurun pada saat tua karena proses biologis tubuh.
·         Kecerdasan kristal adalah kecerdasan yang diperoleh dari proses pembelajaran dan pengalaman hidup. Kecerdasan ini dapat terus meningkat tidak ada batas maksimal selama manusia mau dan bisa belajar.
Kecerdasan yang Dapat Dimodifikasi / Modifiable Intelligence
Penemu : Reuven Feurstein
Konsep :
·         Kecerdasan dapat diukur dari kemampuan berpikir seseorang yang mana kemampuan berpikir manusia tersebut mempunyai tahap-tahap perkembangan.
Kecerdasan Proksimal / Proximal Intelligence
Penemu : Leo Vygotsky
Konsep :
·          Kecerdasan kognitif seseorang dapat diuji dengan memperhatikan kronologis usia mental orang tersebut dan memperhatikan kapasitas orang tersebut.
·         Maksud kapasitas seseorang adalah perbandingan kemampuan seseorang menyelesaikan suatu masalah seseorang diri dengan apabila mendapat bantuan orang lain dalam menyelesaikan masalah yang serupa.
Kecerdasan yang Dapat Dipelajari / Learnable Intelligence
Penemu : David Perkins dari Harvard University
Konsep :
·         Kecerdasan dipengaruhi dan diopersaikan oleh beberapa faktor dalam kehidupan yaitu sistem orak, pengalaman hidup, dan kapasitas untuk pengaturan diri.
Kecerdasan Perilaku / Behaviour Intelligence
Penemu : Arthur Costa dari Institute of Intelligence di Berkeley
Konsep :
·         Kecerdasan diartikan sebagai suatu kumpulan dari kecenderungan perilaku.
·         Perilaku tersebut antara lain keuletan, kemampuan mengatur perilaku impulsif, empati, fleksibilitas berpikir, metakognisi, akurasi, kemampuan bertanya, bahasa, kepekaan panca indera, kebijaksaan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mengalihkan perasaan.
Kecerdasan Tri Tunggal / Triarchic Intelligence
Penemu : Robert J. Sternberg
Konsep :
·         Kecerdasan manusia dapat diukur dari keseimbangan tiga kecerdasan yaitu kecerdasan kreatif, analisis, dan praktis.
·         Kecerdasan kreatif meliputi kemampuan menemukan dan merumuskan ide serta solusi dari masalah.
·         Kecerdasan analisis digunakan saat secara sadar mengenali dan memecahkan masalah, merumuskan strategi, menyusun dan menyampaikan informasi.
·         Kecerdasan praktis digunakan untuk bertahan dalam hidup seperti keberhasilan mengatasi perubahan.
Kecerdasan Moral / Moral Intelligence
Penemu : Robert Coles
Konsep :
·         Kecerdasan yang menitikberatkan pada prinsip dan nilai-nilai hidup.
Kecerdasan Emosional / Emotional Intelligence
Penemu : Daniel Goleman (1995)
Konsep :
·         Kecerdasan dapat terdiri dari kombinasi 5 komponen, yaitu kesadaran diri, manajemen emosi, motivasi, empati, dan mengatur hubungan / relasi.
Kecerdasan Memecahkan Kesulitan / Adversity Intelligence
Penemu : Paul Scholz
Konsep :
·         Kecerdasan seseorang dapat diukur dari kemampuan orang tersebut mengatasi masalah yang dialami dalam hidup.
·         Kecerdasan seseorang dapat diklasifikasikan menjadi berbagai ciri dan sifat yaitu : Quitter, Camper, dan Climber.
Kecerdasan Majemuk / Multiple Intelligence
Penemu : Howard Gardner dari Harvard University
Konsep :
·         Setiap orang mempunyai lebih dari satu kecerdasan, minimal memiliki delapan kecerdasan yaitu linguistik, logika-matematika, intrapersonal, musikal, naturalis, visual-spasial, dan kinestestis
·         Setiap orang memiliki delapan kecerdasan ini dengan kadar perkembangan yang berbeda-beda.